:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label PPG DALJAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PPG DALJAB. Tampilkan semua postingan
 1. Berikut ini adalah kompetensi sosial emosional menurut CASEL, kecuali: 
A. kesadaran diri 
B. manajemen proses pembelajaran 
C. manajemen diri 
D. pengambilan keputusan yang bertanggung jawab 
E. kesadaran social 
Jawaban: B 

2. Apabila seorang guru telah mampu menjalin dan mempertahankan hubungan/relasi yang sehat dan efektif dengan individu dari latar belakang yang berbeda, seperti dengan peserta didik, orang tua, masyarakat, dan lainnya, artinya guru tersebut telah memiliki kompetensi sosial emosional, yaitu kompetensi... 
A. Relationship Skills 
B. Self-Management 
C. Social Awareness 
D. Responsible Decision Making 
E. Self Awareness 
Jawaban: A 

3. Dalam konteks pembelajaran sosial emosional, mengapa penting untuk memahami perspektif perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu? 
A. Agar peserta didik dapat lebih fokus pada keunggulan akademik. 
B. Untuk mengevaluasi kinerja administratif sekolah. 
C. Agar dapat merumuskan standar yang sesuai dengan usia dan tugas perkembangan peserta didik. 
D. Untuk menunjukkan empati terhadap kondisi individu dengan latar belakang yang berbeda. 
E. Agar peserta didik dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab. 
Jawaban: C 

4. Ada beberapa teknik untuk melatih keterampilan sosial emosional (KSE), diantaranya teknik STOP. Teknik ini diterapkan untuk melatih keterampilan sosial emosional berikut ini... 
A. kesadaran sosial 
B. kesadaran diri 
C. manajemen diri 
D. keterampilan sosial 
E. pengambilan keputusan yang bertanggung jawab 
Jawaban: C 
5. Bagaimana penerapan teknik "Empati Walk" secara efektif dapat berkontribusi pada pengembangan kompetensi sosial emosional peserta didik dengan menggabungkan elemen kegiatan lapangan dan refleksi? 
A. Memahami variasi budaya di lingkungan sekitar dan meresapi pengalaman tersebut 
B. Menilai dampak positif pada kesejahteraan mental peserta didik 
C. Mendorong peserta didik membuat keputusan yang bertanggung jawab 
D. Agar peserta didik dapat lebih fokus pada keunggulan akademik 
E. Menyortir pilihan-pilihan yang diberikan dan menggambarkan pengalaman pribadi. 
Jawaban: A

6. Seorang guru berkomitmen untuk menciptakan atmosfer yang mendukung keberagaman dan melibatkan setiap peserta didik dalam pembelajaran. Dari pilihan di bawah ini, pilihlah pernyataan yang paling efektif. 
A. Memberikan salam umum kepada seluruh kelas. 
B. Mengidentifikasi keberagaman hanya dalam pengumuman kelas. 
C. Memulai dengan cerita inspiratif yang terkait dengan keberagaman dan memberikan ruang untuk berbagi pengalaman peserta didik. 
D. Menyebutkan sejumlah fakta keberagaman di dunia. 
E. Menghindari topik keberagaman untuk menghindari ketidaknyamanan. 
Jawaban: C 

7.Suatu sekolah memutuskan untuk menerapkan strategi pengambilan keputusan yang dikenal dengan singkatan POOCH (Problem, Options, Outcomes, Choice, How). Strategi ini diintegrasikan dalam pembelajaran sosial emosional untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam membuat keputusan yang bertanggung jawab. Berikut adalah pernyataan yang benar terkait pengembangan kemampuan tersebut adalah... A. Penggunaan strategi POOCH tidak relevan dengan pembelajaran sosial emosional. 
B. Pengambilan keputusan yang beralasan hanya melibatkan analisis fakta tanpa mempertimbangkan dampak sosial. 
C. Keterampilan berpikir kritis tidak berkontribusi pada pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. 
D. Penggunaan strategi POOCH membantu peserta didik membuat keputusan beralasan setelah menganalisis informasi. 
E. Memahami konsekuensi tindakan tidak diperlukan dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. 
Jawaban: D 

8. Di sekolah, Adam seringkali merasa stres karena tekanan tugas-tugas akademis yang menumpuk. Salah seorang guru memberikan saran kepada Adam untuk mencoba teknik "Menghitung sampai 10" ketika merasa tertekan. Adam mencoba teknik tersebut dan menyadari bahwa itu membantunya untuk lebih tenang dan fokus. Berdasarkan contoh ini, manajemen diri dan motivasi apa yang sedang Adam kembangkan? 
A. merancang tujuan belajar secara konsisten 
B. mempertimbangkan pandangan orang lain melalui Think-Pair-Share 
C. melibatkan diri dalam permainan kelompok 
D. mengidentifikasi kekuatan dan budaya diri melalui aktivitas refleksi 
E. mengelola emosi diri melalui teknik menghitung sampai 10 
Jawaban: E 

9. Seorang guru harus mampu merancang pembelajaran dengan menggunakan kerangka 3 signature practices yaitu pembukaan yang hangat dan inklusif, kegiatan yang menantang serta melibatkan peserta didik, dan penutupan yang optimis, dengan alasan .... 
A. pembukaan yang hangat perlu untuk membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi dengan pembelajaran yang akan dilakukan 
B. pembukaan yang hangat perlu untuk membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi dengan pembelajaran yang telah dilakukan 
C. kegiatan pembelajaran yang menantang dan melibatkan perlu untuk membangun keseimbangan antara pengalaman interaktif dan reflektif, untuk memenuhi kebutuhan guru 
D. penutupan yang optimistik perlu untuk menyoroti pemahaman guru dan tentang pentingnya apa yang telah dipelajari, sehingga dapat memberikan rasa pencapaian dan mendukung pemikiran ke depan 
E. a, b, dan c benar, karena kerangka 3 signature practices merupakan strategi yang perlu diterapkan untuk pembelajaran orang dewasa 
Jawaban: A 

10. Guru ingin mengakhiri sesi pembelajaran dengan Penutupan yang Optimis sesuai dengan kerangka 3 signature practices. Sebelum penutupan, guru merencanakan sebuah refleksi bersama tentang pembelajaran hari itu. Namun, beberapa peserta didik terlihat masih belum sepenuhnya memahami konsep yang diajarkan. Sebaliknya, beberapa peserta didik lainnya tampak antusias dan siap untuk belajar lebih lanjut. Bagaimana guru dapat mengelola situasi ini dengan menciptakan penutupan yang tetap optimis sambil memastikan bahwa setiap peserta didik merasa diakui dan didukung? 
A. Memberikan apresiasi umum untuk partisipasi seluruh kelas dan mengabaikan perbedaan pemahaman individu. 
B. Mengajukan pertanyaan terbuka kepada seluruh kelas untuk memotivasi peserta didik yang masih membutuhkan pemahaman tambahan. 
C. Mengajak peserta didik yang telah memahami konsep untuk berbagi pemahaman mereka, sementara memberikan waktu tambahan untuk peserta didik yang masih kesulitan. 
D. Mengalihkan perhatian dari pemahaman individu ke rencana pembelajaran mendatang agar suasana tetap positif. 
E. Menyimpan refleksi bersama untuk sesi pembelajaran berikutnya ketika semua peserta didik diharapkan dapat memahami konsep secara menyeluruh. 
Jawaban: B


1. Apa tujuan dari pembelajaran sosial emosional di sekolah?
A.Untuk membantu meningkatkan keterampilan literasi peserta didik 
B.Untuk membangun keterampilan sosial dan emosional peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. 
C.Untuk membangun keterampilan sosial dan emosional pendidik 
D.Untuk membangun keterampilan berhubungan sosial peserta didik 
E.Untuk membangun keterampilan memecahkan masalah peserta didik. 
Jawaban: B 

2.Dalam konteks sekolah, siapa yang perlu mempelajari keterampilan sosial emosional? 
A.Pendidik dan tenaga kependidikan 
B.Peserta didik dan orang tua 
C.Peserta didik dan semua orang dewasa yang ada di sekolah (pendidik, dan tenaga kependidikan) 
D.Orang tua dan tenaga kependidikan 
E.Pendidik dan orangtua 
Jawaban: C 

3.Mengapa guru dan orang dewasa lainnya di sekolah harus mempelajari keterampilan sosial emosional? 
A.Agar mereka dapat mengawasi peserta didik lebih ketat. 
B.Agar meningkatkan hubungan antar guru.
C.Agar mereka dapat memberikan contoh positif dan mendukung pembelajaran peserta didik secara optimal dan holistik. 
D.Agar mereka dapat memenuhi persyaratan pekerjaan mereka. 
E.Agar mereka dapat menjalankan tugas mengajarnya. 
Jawaban: C 

4.Bagaimana pengembangan kecerdasan emosional melalui pembelajaran sosial dan emosional berkontribusi
terhadap kemampuan seseorang dalam menavigasi situasi sosial yang kompleks? 
A.Kecerdasan emosional membantu meningkatkan kesehatan fisik seseorang sehingga ia tidak mudah sakit. 
B.Kecerdasan emosional membantu meningkatkan keterampilan seseorang untuk memahami dan mengelola emosi. 
C.Kecerdasan emosional sangat berguna dalam mengatasi situasi yang sulit dalam keluarga. 
D.Kecerdasan emosional membantu menurunkan keterampilan interpersonal dan meningkatkan keterampilan intrapersonal seseorang. 
E.Kecerdasan emosional membantu meningkatkan kesabaran 
Jawaban: B 

5.Mengapa penting bagi sekolah untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional peserta didik? 
A.Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada meningkatnya citra sekolah. 
B.Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada berkurangnya kasus bunuh diri. 
C.Karena keterampilan sosial emosional berdampak bagi turunnya tingkat stres dan kesejahteraan guru. 
D.Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada tingginya kepuasan peserta didik terhadap pendidik. 
E. Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada keberhasilan akademis. 
Jawaban: E 

6.Dari pernyataan berikut ini, manakah yang tidak merefleksikan hubungan antara keterampilan sosial dan
emosional peserta didik dan proses pembelajaran? 
A.keterampilan sosial dan emosional peserta didik membantu mendukung kesejahteraan emosional guru. 
B.keterampilan sosial-emosional dapat memperkuat hubungan sosial, mengurangi konflik, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. 
C.Keterampilan sosial dan emosional membantu meningkatkan keterlibatan positif peserta didik dalam proses pembelajaran. 
D.Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik meningkatan kinerja akademis karena mereka dapat lebih fokus dalam belajar sehingga cenderung mencapai hasil yang lebih baik di sekolah. 
E.Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik mengelola stres, meningkatkan daya tahan, dan merespon tekanan belajar dengan lebih efektif. 
Jawaban: A 

7.Bagaimana kaitan antara pembelajaran sosial dan emosional dengan penguatan profil pelajar Pancasila? 
A.Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan pengembangan karakter profil pelajar Pancasila. 
B.Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. 
C.Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan keterampilan pendidik dalam mengajarkan profil pelajar Pancasila. 
D.Pembelajaran sosial emosional membantu mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang harus dipelajari oleh peserta didik. 
E.Pembelajaran sosial emosional membantu peserta didik untuk mempelajari apa yang dimaksud dengan profil pelajar Pancasila. 
Jawaban: A 

8.Bagaimana keterampilan sosial emosional dapat membantu seseorang menjadi lebih tangguh atau berdaya
lenting tinggi? 
A.Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik sehingga mereka dapat mencari bantuan jika memerlukan. 
B.Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk memahami kelemahan dirinya. 
C.Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan taraf kesehatan peserta didik sehingga mereka tidak mudah sakit. 
D.Keterampilan sosial emosional membantu guru mengenali dengan segera jika ada peserta didiknya yang mengalami stres. 
E.Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk pulih dari kesulitan dan stres karena mereka mampu mengelola emosi mereka dengan baik. 
Jawaban: E 

9.Dari contoh-contoh di bawah ini, menurut Bapak/Ibu, mana yang bukan merupakan alasan tepat bagi
pentingnya meningkatkan keterampilan sosial dan emosional orang dewasa di sekolah?
A.Keterampilan sosial dan emosional membantu pendidik memodelkan karakter positif untuk peserta didiknya sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif. 
B.Keterampilan sosial dan emosional membantu meningkatkan keterampilan pendidik dalam menangani konflik, kegagalan, dan frustasi yang dihadapi dirinya, sehingga dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mental. 
C.Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik untuk memahami dan berinteraksi dengan pendidik secara efektif. 
D.Keterampilan sosial dan emosional membantu pendidik meningkatkan kemampuan untuk bekerja dan berkolaborasi dalam tim. 
E.Keterampilan sosial emosional membantu pendidik dan tenaga kependidikan mengelola stres dan tekanan sehari-hari. 
Jawaban: C 

10. Jika ditarik ke dalam lingkup yang lebih luas dan lebih besar, pengembangan keterampilan sosial emosional
membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Mana dari pernyataan di bawah ini yang menurut 
Bapak/Ibu tidak mencerminkan hal tersebut? 
A. Pembelajaran sosial emosional membantu meningkatkan tingkat kesehatan fisik masyarakat sehingga individu di masyarakat lebih sehat. 
B. Pembelajaran sosial emosional membantu Individu membentuk hubungan interpersonal yang lebih positif dan sehat. Hal ini dapat mengurangi konflik antarindividu dan menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih harmonis. 
C. Pembelajaran sosial emosional membantu individu dalam mengelola emosi dan konflik dengan cara yang konstruktif. Dengan demikian, dapat berkontribusi pada penurunan tingkat kekerasan dan konflik dalam masyarakat. 
D. Pembelajaran sosial emosional membantu mengembangkan keterampilan berempati, sehingga meningkatkan pemahaman terhadap keanekaragaman masyarakat, dan mendorong penerimaan terhadap perbedaan. Ini dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah. 
E. Pembelajaran sosial emosional membantu membantu individu dalam mengelola stres, kecemasan, dan depresi. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan mental individu meningkat, yang pada gilirannya dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara keseluruhan 
Jawaban: A

1. Pembelajaran dengan pendekatan CRT dirancang dengan mengacu pada.... 

A. latar belakang pendidikan peserta didik 
B. latar belakang keluarga peserta didik 
C. latar belakang pertemanan belajar peserta didik 
D. latar belakang budaya peserta didik 
E. latar belakang sekolah peserta didik 
Jawaban: latar belakang budaya peserta didik 


2. Pembelajaran dengan pendekatan CRT mempertimbangkan komponen berikut sebagai alat pembelajaran yang lebih baik, kecuali.... 

A. kebiasaan 
B. karakter 
C. pengalaman 
D. perspektif 
E. prestasi 
Jawaban: prestasi


3. Komponen pembelajaran yang dapat melewatkan pertimbangan latar belakang budaya peserta didik adalah... 

A. tujuan pembelajaran 
B. materi ajar 
C. kegiatan pembelajaran 
D. sumber pembelajaran 
E. media pembelajaran 
Jawaban: tujuan pembelajaran 


4. Guru perlu memiliki kesadaran multikultural yang kritis untuk.... 

A. menguji nilai budaya secara objektif 
B. menguji kepercayaan secara objektif 
C. memberikan kepekaan yang lebih besar terhadap sejarah 
D. mengembangkan keterampilan interpersonal yang baik 
E. semua benar 
Jawaban: semua benar 


5. Manfaat dari pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah, kecuali.... 

A. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik 
B. Meningkatkan keterlibatan peserta didik 
C. Meningkatkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik 
D. Meningkatkan kepuasan peserta didik dan guru 
E. Meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah 
Jawaban: Meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah 


6. Salah satu tahapan pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah identitas pendidik. Pada tahapan ini diharapkan.... 

A. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengambil maknanya 
B. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengaitkannya dengan budayanya sendiri 
C. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan merefleksikan hal tersebut dengan karakter dirinya 
D. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan 
E. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan budaya negaranya 
Jawaban: peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan 


7. Pada suatu pertemuan, peserta didik Pak Widi sangat antusias ketika membandingkan hasil diskusi terkait budaya dengan topik yang sedang mereka pelajari. Namun, Pak Widi pun menyadari bahwa beliau perlu mengambil peranan dalam diskusi tersebut agar pembelajaran tetap pada jalurnya. Dalam hal ini Pak Widi dapat berperan sebagai.... 

A. motivator 
B. fasilitator 
C. pendamping 
D. instruktur 
E. pengambil kesimpulan 
Jawaban: fasilitator 


8. Pak Rafi sedang melakukan pembelajaran dengan pendekatan CRT di kelasnya. Peserta didiknya kebingungan mencari benang merah antara materi yang sedang dipelajarinya dengan budayanya. Hal yang dapat dilakukan Pak Rafi adalah.... 

A. Meminta para peserta didik untuk saling berkolaborasi dan mencari informasi dari berbagai sumber 
B. Meminta para peserta didik untuk berusaha memecahkan permasalahan tersebut sebisanya 
C. Meminta para peserta didik untuk mencari jawaban pada buku teks 
D. Meminta para peserta didik untuk mencari jawaban pada warga sekolah melalui wawancara 
E. Meminta para peserta didik untuk berdiskusi dan bila masalah belum terpecahkan langsung diberikan solusinya 
Jawaban: Meminta para peserta didik untuk saling berkolaborasi dan mencari informasi dari berbagai sumber 


9. Daffa adalah seorang peserta didik asal Kalimantan. Dia mengikuti orang tuanya pindah rumah ke Bandung. Teman-teman di sekolahnya mayoritas bersuku Sunda. Daffa merasakan kesulitan untuk beradaptasi karena perbedaan budaya. Berikut ini hal yang dapat diprioritaskan guru untuk membantu Daffa, kecuali....

A. menciptakan hubungan yang saling menghargai antara sesama peserta didik apapun kondisi latar belakang mereka 
B. memberikan sikap yang ramah untuk membuat ia merasa nyaman 
C. memberikan sambutan yang baik dari sesama peserta didik maupun guru 
D. memberikan motivasi agar ia tidak merasa rendah diri dihadapan teman-temannya 
E. memberikan kelas tambahan bahasa daerah secara gratis agar ia dapat meningkatkan kemampuan akademiknya 
Jawaban: memberikan kelas tambahan bahasa daerah secara gratis agar ia dapat meningkatkan kemampuan akademiknya 


10. Ibu Asri adalah guru Bahasa Inggris. Hari ini Ibu Asri ingin peserta didiknya bercerita tentang makanan tradisional dengan menggunakan Bahasa Inggris. Kegiatan yang dapat dilakukan Oleh Bu Asri, kecuali.... 

A. Menghadirkan penjual makanan tradisional setempat sebagai salah satu inspirasi peserta didik dalam membuat cerita 
B. Menghadirkan berbagai macam makanan tradisional kemudian meminta peserta didik memilih salah satunya untuk dijadikan sebagai bahan cerita 
C. Mengajak peseta didik membuat makanan tradisional sebagai bahan untuk membuat cerita 
D. Meminta peserta didik mencari informasi tentang makanan tradisional dari berbagai sumber dalam membuat cerita 
E. Menayangkan video yang menceritakan jenis-jenis makanan tradisional sebagai referensi peserta didik dalam membuat cerita 
Jawaban: Mengajak peseta didik membuat makanan tradisional sebagai bahan untuk membuat cerita

 1. Makna yang paling menggambarkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah....
A.Pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelas peserta didik 
B. Pembelajaran sesuai dengan usia peserta didik 
C. Pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal peserta didik yang beragam 
D. Pembelajaran sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik 
E. Pembelajaran sesuai dengan kepribadian peserta didik 
Jawaban: Pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal peserta didik yang beragam 
2. Tujuan dilakukannya asesmen awal pada pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah.... 
A. Mendapatkan data kepribadian peserta didik 
B. Mendapatkan data kemampuan awal peserta didik 
C. Mendapatkan data keluarga peserta didik
D. Mendapatkan data minat dan bakat peserta didik 
E. Mendapatkan data prestasi peserta didik 
Jawaban: Mendapatkan data kemampuan awal peserta didik 
3. Hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika merancang aktivitas pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah.... 
A. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan kurang 
B. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan sedang 
C. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan cepat 
D. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik yang beragam 
E. Aktivitas dapat dirancang tanpa mempertimbangkan kemampuan peserta didik 
Jawaban: Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik yang beragam 
4. Berikut ini merupakan hal yang perlu dilakukan guru pada persiapan rencana asesmen awal, kecuali.... 
A. Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik 
B. Melakukan identifikasi latar belakang keluarga peserta didik 
C. Merencanakan bentuk asesmen yang diberikan 
D. Merencanakan jadwal, lokasi, dan waktu asesmen 
E. Merancang instrumen asesmen penilaian sesuai capaian pembelajaran 
Jawaban: Melakukan identifikasi latar belakang keluarga peserta didik 
5. Ketika merancang pembelajaran, guru dapat melakukan diferensiasi pada proses, konten, dan produk. Diferensiasi yang dipilih pada penerapan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah.... 
A. Diferensiasi proses saja, diferensiasi konten dan diferensiasi produk tidak mungkin digunakan
B. Diferensiasi konten saja, diferensiasi proses dan diferensiasi produk tidak mungkin digunakan 
C. Diferensiasi produk saja, diferensiasi proses dan diferensiasi konten tidak mungkin digunakan 
D. Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan tapi tidak dapat digunakan semua dalam satu pembelajaran 
E. Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan, akan tetapi pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan 
Jawaban: Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan, akan tetapi pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan 
6. Hasil asesmen kognitif awal dapat digunakan guru untuk hal-hal berikut ini, kecuali.... 
A. Menentukan tujuan pembelajaran 
B. Menentukan pengelompokkan peserta didik 
C. Menentukan aktivitas pembelajaran 
D. Menentukan media pembelajaran 
E. Menentukan sumber belajar 
Jawaban: Menentukan tujuan pembelajaran 
7. Pak Panji akan mengajarkan sebuah topik baru kepada peserta didiknya, namun ia belum mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi prasyaratnya. Hal yang perlu dilakukan oleh Pak Panji adalah.... 
A. Melakukan wawancara pada beberapa peserta didik terkait pengalaman belajar terkait topik prasyarat ini 
B. Merencanakan pelaksanaan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik 
C. Meminta data pada pihak sekolah terkait minat dan bakat peserta didik 
D. Mempersiapkan kegiatan pembelajaran sambil mengira-ngira kebutuhan peserta didik 
E. Langsung mengajar dan melakukan improvisasi di tempat ketika menemukan adanya perbedaan kemampuan peserta didik 
Jawaban: Merencanakan pelaksanaan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik 
8. Sebagai seorang guru, Ibu Dewi menyadari bahwa peserta didiknya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia mengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya. Namun pada pelaksanaannya, ia mengalami kesulitan karena begitu banyak pertanyaan yang muncul dari setiap kelompok. Hal yang perlu dilakukan Ibu Dewi adalah... 
A. Memberikan bantuan pada setiap peserta didik secara bergiliran dan meminta peserta didik untuk saling menunggu giliran 
B. Memfasilitasi peserta didik untuk dapat saling berkolaborasi dan bertukar pengetahuan sehingga mereka dapat membantu satu sama lain dan mengkonfirmasi pemahamannya pada guru 
C. Meminta peserta didik untuk bekerja sebisanya terlebih dahulu baru nanti dijelaskan secara umum 
D. Semua benar 
E. Semua salah
Jawaban: Memfasilitasi peserta didik untuk dapat saling berkolaborasi dan bertukar pengetahuan sehingga mereka dapat membantu satu sama lain dan mengkonfirmasi pemahamannya pada guru 
9. Diberikan langkah-langkah berikut ini: 
1. Menentukan tujuan pembelajaran 
2. Melakukan asesmen awal kemampuan awal 
3. Melakukan asesmen sumatif 
4. Merancang kegiatan pembelajaran 
5. Mempersiapkan sistem pendukung pembelajaran Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru untuk merencanakan pembelajaran berbasis TaRL adalah... 
A. 1-2-4 
B. 1-3-5 
C. 4-3-2 
D. 1-2-3 
E. 3-4-5 
Jawaban: 1-2-4 
10. Ibu Diaz melaksanakan pembelajaran pada topik perkalian. Ia mendapati bahwa sebagian peserta didik kesulitan mengikut pembelajaran karena kurang menguasai materi prasyaratnya. Sebaliknya, sebagian peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan mudah. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan Ibu Diaz pada pembelajaran berikutnya untuk mengatasi masalah tersebut; kecuali.... 
A. Mengembangkan diferensiasi konten 
B. Mendesain diferensiasi kegiatan pembelajaran 
C. Menerapkan asesmen awal kognitif 
D. Merumuskan diferensiasi asesmen formatif 
E. Merumuskan diferensiasi produk/proyek 
Jawaban: Menerapkan asesmen awal kognitif


1. Salah satu prinsip pembelajaran pada Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun karakter peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Berdasarkan prinsip tersebut, beberapa pernyataan berikut merupakan kegiatan yang dapat dilakukan guru, kecuali...
A. Guru memastikan setiap aktivitas pembelajaran selalu diiringi dengan pemberian tugas untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari 
B. Guru mendorong peserta didik melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan potensi yang perlu dikembangkan 
C. Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan 
D. Guru memberikan proyek yang ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan 
E. Guru memvariasikan kompleksitas atau tingkat kesulitan tugas untuk mengakomodasi peserta didik dengan berbagai tingkat kesiapan belajar 
Jawaban: Guru memastikan setiap aktivitas pembelajaran selalu diiringi dengan pemberian tugas untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari 

2. Sebelum melaksanakan pembelajaran, Pak Hafiz mengadakan asesmen awal untuk mengetahui profil belajar peserta didiknya. Dari hasil asesmen awal tersebut diketahui bahwa 45% peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual, 15% kinestetik, dan 40% auditori. Pak Hafiz juga memperoleh informasi bahwa secara umum peserta didiknya memiliki kecenderungan minat yang relevan dengan gaya belajar masing-masing. Berdasarkan data tersebut, Pak Hafiz merencanakan pembelajaran berdiferensiasi pada elemen proses sebagai berikut, kecuali.... 
A. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sumber belajar dalam bentuk modul digital interaktif 
B. Peserta didik diberi kebebasan untuk mengkreasikan pembuatan laporan hasil observasi, seperti laporan tertulis, power point, video, poster, maupun bentuk lain sesuai dengan bakat dan minat 
C. Peserta didik diminta mengamati dan mendiskusikan isi video untuk memperoleh pengetahuan baru 
D. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan praktik bermain peran agar mereka lebih memahami penjelasan guru 
E. peserta didik untuk mempelajari sumber belajar dalam bentuk modul digital interaktif 
Jawaban: Peserta didik diberi kebebasan untuk mengkreasikan pembuatan laporan hasil observasi, seperti laporan tertulis, power point, video, poster, maupun bentuk lain sesuai dengan bakat dan minat
 
3. Implementasi Kurikulum Merdeka mengedepankan paradigma baru dalam pembelajaran, bukan dalam arti menghadirkan konsep dan prinsip pembelajaran yang sepenuhnya baru, namun lebih pada upaya untuk memastikan terciptanya praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Penerapan paradigma baru dalam pembelajaran dimaksud tergambar pada beberapa kegiatan berikut, kecuali.... 
A. Pada awal tahun ajaran, guru berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya. 
B. Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan 
C. Guru menggunakan otoritas sebagai pembimbing utama pembelajaran dalam mengatasi permasalahan yang timbul tanpa melibatkan orang tua atau guru lain. 
D. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi untuk membantu peserta didik mengembangkan kompetensinya. 
E. Guru perlu mengevaluasi hasil penilaian formatif, memperhatikan perilaku peserta didik, dan mendengarkan keluhan mereka untuk mengetahui kebutuhan belajarnya 
Jawaban: Guru menggunakan otoritas sebagai pembimbing utama pembelajaran dalam mengatasi permasalahan yang timbul tanpa melibatkan orang tua atau guru lain. 

4. Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi adalah.... 
A. Guru adalah sumber belajar utama dan peserta didik mengikuti apa yang telah ditetapkan. 
B. Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber. 
C. Guru menjadi mediator antar peserta didik agar terjadi transfer pengetahuan dalam proses belajar. 
D. Guru menjadi motivator yang mengamati peserta didik dari jauh selama proses belajar. 
E. Guru menjadi motor penggerak utama proses pembelajaran 
Jawaban: Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber. 

5. Bu Farida menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Dengan demikian, ia membagi peserta didik dalam beberapa kelompok belajar. Ternyata Bu Farida masih mengalami kesulitan karena semua peserta didik masih bertanya kepadanya. Sehingga proses belajar masih berpusat pada guru. Hal yang dapat Ibu Farida lakukan adalah.... 
A. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. la mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri tanpa adanya pengawasan dari guru. Porsi tanggung jawab guru lebih besar dari peserta didik. 
B. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. la mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri dengan hasil karya yang sudah ditentukan dan tidak boleh diubah. Peserta didik tidak perlu bekerja sama untuk dapat memahami konsep. 
C. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. la mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep. Guru mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding peserta didik. 
D. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. la mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep karena mereka mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding guru. Sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri. Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab bersama selama proses pembelajaran. 
E. Semua salah 
Jawaban: Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. la mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep karena mereka mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding guru. Sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri. Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab bersama selama proses pembelajaran.

6. Seorang guru mengadopsi elemen-elemen diferensiasi dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti menggunakan bahan bacaan yang berbeda untuk peserta didik dengan kemampuan membaca yang beragam. Namun, beberapa peserta didik masih kesulitan mencapai tujuan pembelajaran. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah.... 
A. Meminta peserta didik yang kesulitan untuk belajar lebih keras 
B. Mengurangi tingkat kompleksitas tugas 
C. Meminta peserta didik untuk bekerja sendiri 
D. Melanjutkan dengan kurikulum yang telah direncanakan 
E. Merevisi pendekatan dan strategi pembelajaran 
Jawaban: Merevisi pendekatan dan strategi pembelajaran 

7. Diberikan langkah-langkah sebagai berikut: 
1. Peserta didik menentukan tujuan yang akan dicapai dan hal apa yang ingin diketahui 
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuannya 
3. Guru memberikan gambaran rubrik sebagai harapan kompetensi dari capaian peserta didik 
4. Guru menginformasikan tujuan belajar yang akan dicapai bersama 
Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru dan peserta didik untuk merumuskan tujuan belajar adalah.... 
A. 1-2-3-4 
B. 1-3-2-4 
C. 4-3-2-1 
D. 4-2-3-1 
E. 3-2-1-4 
Jawaban: 4-3-2-1 

8. Seorang guru melaksanakan pembelajaran pada topik tertentu. la mendapati bahwa peserta didik belum pernah mempelajari topik tersebut. Hal yang perlu dilakukan guru pada kegiatan awal pembelajaran adalah.... 
A. Menyampaikan bahwa materi ini susah maka perlu belajar yang konsisten 
B. Menjelaskan bahwa materi ini membutuhkan praktik yang banyak, sehingga peserta didik perlu untuk menguasai semua perangkat dalam laboratorium sebelum kelas dimulai 
C. Menguraikan secara umum materi yang ingin diajarkan, memantik pengetahuan peserta didik terkait materi tersebut, mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. 
D. Langsung menjelaskan materi tersebut sehingga peserta didik terbiasa 
E. Memberi soal pretest terkait materi tersebut sehingga dapat memicu motivasi peserta didik 
Jawaban: Menguraikan secara umum materi yang ingin diajarkan, memantik pengetahuan peserta didik terkait materi tersebut, mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. 

9. Ibu Tina menemukan beberapa peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, sehingga mereka memerlukan kegiatan remedial. Langkah yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah.... 
A. Merencanakan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi proses dan konten untuk peserta didik yang memerlukan remedial 
B. Memberikan PR yang banyak agar peserta didik belajar sendiri di rumah 
C. Menghubungi orang tua anak dan melaporkan bahwa anaknya tidak mengikuti proses belajar dengan baik 
D. Meminta setiap peserta didik untuk mengumpulkan tugas setiap akhir pembelajaran 
E. Meminta setiap peserta didik untuk membuat review materi pembelajaran 
Jawaban: Merencanakan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi proses dan konten untuk peserta didik yang memerlukan remedial 

10. Beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut: 
1. Kebutuhan peserta didik yang beragam 
2. Kondisi kelas 
3. Kebutuhan guru dan kepala sekolah
4. Lingkungan sekolah
Elemen yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika melakukan modifikasi pembelajaran adalah.... 
A. 1 dan 2 
B. 2 dan 3 
C. 3 dan 4 
D. 1 dan 3 
E. 1 dan 4 
Jawaban: 1 dan 2


 1. Fase-fase yang perlu dilakukan untuk merancang perencanaan pembelajaran berbasis prinsip (UbD) adalah.... 
A. Merancang asesmen, kegiatan, dan tujuan pembelajaran 
B. Merancang asesmen, tujuan, dan kegiatan pembelajaran 
C. Merancang kegiatan, tujuan dan asesmen pembelajaran 
D. Merencanakan tujuan, kegiatan, dan asesmen pembelajaran 
E. Merumuskan tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran 
Jawaban: Merumuskan tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran 

2. "Apa yang seharusnya dilakukan, diketahui, dan dipahami oleh peserta didik di akhir pengajaran?". Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru apabila akan melakukan tahap.... 
A. Perencanaan strategi pembelajaran 
B. Merumuskan tujuan pembelajaran 
C. Merancang asesmen 
D. Perencanaan kegiatan pembelajaran 
E. Perencanaan model pembelajaran 
Jawaban: Merumuskan tujuan pembelajaran 

3. "Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa pembelajaran telah mencapai hasil belajar yang diinginkan?" Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru ketika akan melakukan tahap... 
A. Merencanakan model pembelajaran 
B. Merumuskan tujuan pembelajaran 
C. Merancang asesmen 
D. Merancang kegiatan pembelajaran 
E. Merencanakan pendekatan pembelajaran 
Jawaban: Merancang asesmen 

4. "Bagaimana saya mendesain kegiatan pembelajaran agar peserta didik yang beragam dapat mencapai tujuan pembelajaran?" merupakan pertanyaan penting yang perlu dipertimbangkan pada tahap... 
A. Merencanakan model pembelajaran 
B. Merumuskan tujuan pembelajaran 
C. Merancang asesmen 
D. Merancang kegiatan pembelajaran 
E. Merencanakan pendekatan pembelajaran 
Jawaban: Merancang kegiatan pembelajaran 

5. Setelah memahami substansi CP, guru diharapkan mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus dipelajari oleh peserta didik dalam suatu fase untuk dirumuskan menjadi beberapa Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih operasional dan konkret. Dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), guru dapat memilih beberapa alternatif teknik berikut, kecuali.... 
A. Merumuskan TP secara langsung berdasarkan CP. 
B. Merumuskan TP dengan cara menganalisis 'kompetensi' dan 'lingkup materi' pada CP. 
C. Merumuskan TP secara lintas elemen. 
D. Merumuskan TP dengan memperhatikan karakteristik peserta didik 
E. Merumuskan TP berdasarkan intuisi pribadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan peserta didik 
Jawaban: Merumuskan TP berdasarkan intuisi pribadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan peserta didik 

6. Capaian Pembelajaran (CP) dapat dirumuskan merujuk pada teori belajar konstruktivisme dan kurikulum dengan pendekatan Understanding by Design (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005). Dalam kerangka teori ini, "memahami" merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena. Terkait hal tersebut, pernyataan yang benar dalam kurikulum Merdeka adalah... 
A. Hierarki pengetahuan tidak digunakan dalam merumuskan CP dan tujuan pembelajaran turunan dari CP 
B. Taksonomi pengetahuan tidak menggunakan kata kerja operasional yang spesifik 
C. Memberi kebebasan kepada guru mengikuti taksonomi pengetahuan menurut teori yang disukai 
D. Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang kompleks tidak sederhana sebagai proses berpikir tingkat rendah 
E. Menganggap bahwa "memahami" dapat dicapai tanpa melibatkan proses dan pengalaman belajar yang mendalam serta tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan, menginterpretasi, dan mengaplikasikan informasi dengan berbagai perspektif. 
Jawaban: Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang kompleks tidak sederhana sebagai proses berpikir tingkat rendah 

7. Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak dipisahkan. Terkait hal tersebut, guru dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang hendak dicapai agar keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi yang dimaksud. Kaitan antara pembelajaran dan asesmen, digambarkan dan diilustrasikan melalui ilustrasi berikut, kecuali.... 
A. Guru harus memastikan bahwa tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal. 
B. Guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik pada akhir pembelajaran jika diperlukan. 
C. Sepanjang proses pembelajaran, guru dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik. 
D. Guru perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran. 
E. Proses pembelajaran sebaiknya dilakukan tanpa memperhatikan hasil asesmen, karena hal itu dapat menghambat kreativitas peserta didik. 
Jawaban: Guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik pada akhir pembelajaran jika diperlukan. 

8. Pada setiap mata pelajaran, terdapat sejumlah Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase. Rumusan CP tersebut memberikan gambaran tentang tujuan umum dan ketersediaan waktu untuk mencapai tujuan tersebut dalam enam etape yang disebut fase. Pemanfaatan fase-fase CP dalam perencanaan pembelajaran dapat dikemukakan sebagai berikut, kecuali.... 
A. Memungkinkan kolaborasi guru pada fase yang sama untuk merancang pembelajaran yang efektif bagi peserta didik 
B. Mendorong guru fokus pada ketercapaian CP di akhir fase tanpa perlu memperhatikan perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses pembelajaran antar kelas.
C. Memberi kesempatan pada guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik 
D. Memungkinkan guru merancang dan melaksanakan pembelajaran secara fleksibel. 
E. Memastikan peserta didik mencapai kompetensi pembelajaran. 
Jawaban: Mendorong guru fokus pada ketercapaian CP di akhir fase tanpa perlu memperhatikan perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses pembelajaran antar kelas. 

9. Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang benar adalah.... 
A. Hasil KKTP dapat digunakan untuk merefleksi proses pembelajaran dan menganalisis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik 
B. KKTP merupakan standar yang ditetapkan untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran (TP) 
C. KKTP dapat disusun melalui pendekatan rubrik 
D. KKTP dapat disusun melalui dekripsi kriteria dan interval nilai 
E. Semua benar Jawaban: Semua benar 

10. Pernyataan terkait asesmen awal berikut ini yang kurang tepat adalah.... 
A. Asesmen awal berfungsi untuk mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian pembelajaran yang ditetapkan 
B. Hasil asesmen awal dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut perbaikan berupa intervensi yang tepat. 
C. Hasil asesmen awal berfungsi untuk mengetahui tingkat kompetensi, kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran 
D. Asesmen awal dapat diterapkan untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik yang beragam 
E. Hasil asesmen awal digunakan untuk memetakan minat, kemampuan dan kesiapan belajar peserta didik. 
Jawaban: Asesmen awal berfungsi untuk mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian pembelajaran yang ditetapkan

1.Pendekatan saintifik diterapkan agar peserta didik dapat menemukan pengetahuan se- cara mandiri melalui fasilitasi dari guru. Pendekatan ini diterapkan agar pengetahuan yang didapat siswa tahan lama. Hal ini sesuai dengan pandangan bahwa ...

A.Ketika peserta didik terlibat dalam membangun pengetahuan secara mandiri, pengetahuan tersebut akan   lebih diingat dan dipahami.
B.Konstruktivisme merupakan teori belajar yang mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengkonstruktif (membangun) dan menemukan pengetahuan sendiri melalui fasilitasi dari orang lain
C.Pendekatan saintifik menghela aktivitas mandiri peserta didik untuk menemukan/ membangun pengetahuannya sendiri melalui kegiatan yang membantu proses membangun pengetahuan tersebut
D.Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang memprioritaskan aktivitas pembelajaran berpusat pada siswa
E.Pendekatan saintifik sesuai dengan teori perkembangan otak hubungannya dengan fenomena belajar

 

Pada kegiatan ini, Kita akan memperoleh bimbingan, penguatan, dan pemantauan terhadap alternatif solusi yang telah diekplorasi. Mulai dari mengidentifikasi berbagai jenis solusi yang memungkinkan untuk alternatif solusi, sampai menentukan solusi yang paling relevan dari alternatif solusi yang telah dieksplorasi sebagai bahan untuk menyusun dan mempersiapkan bahan presentasi.

Dibawah ini adalah contoh tentang LK 2.2 Penentuan Solusi 



Pada fase ini kita diajak untuk meninjau ulang keseluruhan proses pembelajaran dan melakukan refleksi pembelajaran yang memuat komponen terkait, Kegiatan apa yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?Kegiatan apa yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?

Upaya apa yang akan dilakukan untuk keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?

1. Kegiatan apa yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Kegiatan yang belum saya laksanakan dalam pembelajaran ini yaitu Saya masih kurang aktif dalam memberikan komentar terkait presentasi yang sudah dilakukan rekan-rekan ppg serta masih ada beberapa tugas yang pengerjaannya atau diupload mendekati deadline.

2. Kegiatan apa yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Kegiatan yang sudah saya laksanakan yaitu mulai zoom meeting bersama dosen pembimbing dan guru pamong tentang Pengantar Eksplorasi Alternatif  , kemudian mengelompokkan eksplorasi alternatif solusi, melakukan kajian literatur, dan melakukan wawancara terkait alternatif solusi bersama rekan perserta ppg yang lain. Selanjutnya mempresentasikan LK Hasil Riset Sederhana, berupa alternatif solusi dengan indikator alternatif solusi berdasarkan hasil eksplorasi aktivitas pengalaman belajar meliputi kajian literatur, wawancara, FGD (guru, KS, PS) internal dan eksternal sekolah, pakar), untuk memperoleh review dari dosen/guru pamong dan atau peserta yang lain,serta mengerjakan refleksi pembelajaran tentang Pengantar Eksplorasi Alternatif

3. Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Upaya yang akan saya lakukan untuk mengatasi kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini adalah Selalu berkomunikasi, berkordinasi dan berinteraksi dengan dosen, guru pamong serta admin dalam melakukan penyelesaian tugas-tugas yang akan dikerjakan.

4. Upaya apa yang akan dilakukan untuk keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Upaya apa yang akan saya lakukan untuk keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini Kedepan yaitu saya akan terus berupaya untuk konsisten berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada semua peserta ppg kategori 1 sehingga kegiatan PPG mendapatkan banyak manfaat baik untuk saya sendiri  mulai dengan aktif dalam vicon (zoom) memberikan pertanyaan atau pun tanggapan dan saling memotivasi sesama peserta. Dan tentunya akan semakin memperkuat pengetahuan saya sebagai calon guru profesional untuk diimplementasikan nanti di sekolah tempat saya bertugas


Pada kegiatan ini, Saudara akan memperoleh bimbingan/arahan dari dosen/guru pamong terkait pelaksanaan eksplorasi alternatif solusi sebagai bahan untuk menyusun dan mempersiapkan bahan presentasi yang nanti akan dituangkan dalam LK Hasil Riset Sederhana. 

Serangkaian kegiatan eksplorasi alternatif solusi yang akan Saudara lakukan meliputi:

  • Mengelompokkan eksplorasi alternatif solusi sebagai bahan untuk menyusun  dan mempersiapkan bahan presentasi 
  • Melakukan kajian literatur untuk mengeksplor alternatif solusi sebagai bahan untuk menyusun dan mempersiapkan bahan presentasi LK alternatif solusi.
  • Melakukan wawancara terkait alternatif solusi dengan guru/kepala sekolah/pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, pakar yang ditentukan secara mandiri untuk mengeksplor alternatif solusi sebagai bahan untuk menyusun dan mempersiapkan bahan presentasi LK alternatif solusi.
dibawah ini adalah contoh LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi 





Mata kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif) memiliki beban belajar 3 (tiga) sks. Kegiatan pembelajaran matakuliah ini terdiri atas empat langkah:

(1) Eksplorasi alternatif solusi
(2) Penentuan solusi
(3) Pembuatan rencana aksi
(4) Pembuatan rencana evaluasi.

Kegiatan eksplorasi alternatif solusi dilakukan dengan cara mengeksplorasi sejumlah alternatif solusi untuk penyebab masalah yang sudah ditentukan, melakukan riset dengan melakukan kajian literatur, wawancara guru/kepala sekolah/pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, wawancara pakar, dan lainnya yang relevan, dan melakukan analisis pros dan cons (kekuatan dan kelemahan) masing-masing alternatif solusi.Kegiatan penentuan solusi dilakukan dengan cara melakukan analisis solusi yang paling relevan dari alternatif solusi yang telah dieksplorasi. Pada analisis penentuan solusi tersebut mahasiswa berkonsultasi dengan dosen, instruktur, dan guru pamongnya. Selanjutnya mahasiswa mempresentasikan analisisnya terhadap solusi yang dipilihnya disertai dengan penjelasan mengapa ia menentukan solusi tersebut.Kegiatan pembuatan rencana aksi dilakukan dengan membuat strategi implementasi berdasarkan pada pilihan solusi yang sudah diambil. Strategi implementasi ini dapat meliputi pembuatan perangkat ajar, atau hal-hal lainnya yang relevan terhadap pemecahan masalah yang telah diidentifikasi, serta relevan terhadap pilihan solusi. Dalam membuat strategi implementasi ini, mahasiswa berkonsultasi dengan dosen, instruktur, dan guru pamongnya. Mahasiswa juga dapat menyusun strategi implementasi ini dengan kajian literatur, wawancara guru/kepala sekolah/pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, wawancara pakar, dan lainnya yang relevan.Kegiatan pembuatan rencana evaluasi dilakukan dengan cara membuat rencana evaluasi sebagai dukungan pelaksanaan rencana aksi dan membuat strategi evaluasi secara rinci berdasarkan strategi implementasi yang sudah dibuat. Strategi evaluasi ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, dan dapat meliputi jurnal refleksi, video, lembar observasi, wawancara, survei kepada murid/guru/kepala sekolah/pengawas sekolah /orang tua, artifak hasil belajar murid, dan sebagainya. Dalam membuat strategi evaluasi ini, mahasiswa berkonsultasi dengan dosen, instruktur, dan guru pamongnya. Mahasiswa juga dapat menyusun strategi evaluasi ini dengan melakukan kajian literatur, wawancara gurukepala sekolah/pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, wawancara pakar, dan  lainnya yang relevan.



Setelah kita mengerjakan serangkaian Lembar Kerja pada 1.3, Selanjutnya yang harus dikerjakan bagi Mahasiswa Program Pendidikan Guru Dalam Jabatan yakni mengerjakan LK 1.4, pada lembar kerja kali ini kita Menuntukan Masalah Terpilih yang sesuai dengan tugas keseharian Guru dan akar penyebab masalah dari LK 1.2 dan 1.3 yang sudah kita kerjakan sebelumnya. Dibawah ini adalah contoh pada LK 1.4 PPG Dalam Jabatan Tahun 2022 yang bisa menjadi referensi Bapak/Ibu semua sebagai bahan mengerjakan tugas tersebut. 


https://www.youtube.com/watch?v=Pj3bxBdm7Gw&t=114s










Setelah pembelajaran sebelumnya kita sudah membahas tentang Identifikasi Masalah dan Eksplorasi Penyebab Masalah Pada kegiatan ini, kita diminta untuk melakukan diskusi mengenai bagaimana mengklasifikasi/ mengelompokkan/ mengkonsultasikan penyebab masalah yang telah diidentifikasi

Dibawah ini sudah ada Contoh LK 1.3 Tentang Penentuan Penyebab Masalah



Pada kegiatan ini, yang pertama kita akan melakukan apersepsi terkait dengan kegiatan eksplorasi penyebab masalah. Selanjutnya, Saudara akan memperoleh penjelasan mengenai pengelompokkan masalah yang diidentifikasi pada langkah Identifikasi Masalah. Kemudian yang kedua, kita akan mempresentasikan hasil kajian literatur dalam mengeksplor penyebab masalah yang diidentifikasi. Jika Saudara tidak sedang presentasi, maka sampaikanlah masukan dan atau tanggapan kepada peserta yang melakukan presentasi untuk menyempurnakan hasil kajian literaturnya. Dan yang ketiga kita akan melakukan diskusi bersama mahasiswa lain dan dosen/guru pamong secara tatap maya mengenai proses dan hasil wawancara dengan guru/Kepala Sekolah/ Pengawas Sekolah/rekan sejawat di sekolah mengenai masalah yang telah diidentifikasi. Sampaikanlah masukan dan atau tanggapan kepada hasil wawancara peserta lain sebagai bahan untuk lebih menyempurnakan hasil pekerjaannya.




Pada kegiatan ini, Saudara akan memperoleh penjelasan mengenai overview kegiatan identifikasi masalah, kemudian menyimak, mencermati, mencatat hal-hal penting pada orientasi dan apersepsi Mata Kuliah Pendalaman Materi (Analisis materi pembelajaran berbasis masalah, literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi-High Order Thinking Skills)

CONTOH LK. 1.1. Identifikasi Masalah




















































             Program Penndidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk guru dalam jabatan yang memenuhi persyaratan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan guru. Program PPG yang dilaksanakan ini  dinamakan Pendidikan Profesi Guru Kategori I. Program ini dirancang agar guru memiliki kemampuan literasi teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology literacy), inovasi (innovation), serta keterampilan berbahasa  (language skills) yang digunakan untuk mengelola pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).  Dengan demikian lulusan yang dihasilkan memiliki karakter unggul, kompetitif, dan cinta tanah air.  Selain itu lulusan juga memiliki kemampuan era revolusi industri 4.0 yang mengutamakan berpikir kritis (critical thinking), pemecahan masalah (problem solving), komunikasi (communication), kolaborasi(collaboration), dan kreativitas (creativity). 


Pendahuluan

1. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Program PPG Dalam Jabatan merupakan program pendidikan profesi, dengan level 7 pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).  Sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Program PPG Dalam Jabatan diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan, yang menuntut standar kompetensi lulusan yang berbeda dengan program sarjana atau sarjana terapan. Standar kompetensi lulusan (SKL) Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan Prodi PPG. 

1.1. Capaian Pembelajaran Lulusan Prodi PPG
Berdasarkan rumusan capaian pembelajaran lulusan program profesi pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang mencakup sikap dan keterampilan umum serta empat kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial, maka dapat dirumuskan capaian pembelajaran lulusan (CPL) ProdiPPG yang terintegrasi dan komprehensif yang disebut sebagai CPL generik. Rumusan CPL Prodi PPG tersebut, yaitu sebagai pendidik profesional yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dengan kompetensi sebagai berikut:
Mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik yang memesona, yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhhatian dan kemurahhatian; 
mampu merumuskan indikator capaian pembelajaran berpikir tingkat tinggi yang harus dimiliki peserta didik mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif) yang berorientasi masa depan (adaptif dan fleksibel);  
menguasai materi ajar termasuk advanced material secara bermakna yang dapat menjelaskan aspek “apa” (konten), “mengapa” (filosofi), dan “bagaimana” (penerapan) dalam kehidupan sehari-hari;
mampu merancang pembelajaran dengan menerapkan prinsip memadukan pengetahuan materi ajar, pedagogik, serta teknologi informasi dan komunikasi atau Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dan pendekatan lain yang relevan; 
mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun sikap (karakter Indonesia), pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah secara kritis, humanis, inovatif, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, dengan menggunakan model pembelajaran dan sumber belajar yang didukung hasil penelitian;  
mampu mengevaluasi masukan, proses, dan hasil pembelajaran yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dengan menerapkan asesmen otentik, serta memanfaatkan hasil evaluasi untuk perbaikan kualitas pembelajaran; dan 
mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru profesional melalui penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi.
CPL generik tersebut menjadi acuan bagi bidang studi untuk merumuskan CPL Bidang Studi masing-masing. 

1.2. Capaian Pembelajaran Bidang Studi PPG (CPBS)
CPBS dirumuskan berdasarkan CPL dan disesuaikan dengan bidang studi/bidang keahlian. CPBS dirumuskan oleh asosiasi bidang studi/bidang keahlian (untuk bidang kejuruan) dan/atau rumpun bidang studi/keilmuan/keahlian.
Berikut adalah contoh CPBS Kuliner yang diturunkan dari CPL Prodi PPG.
Guru sebagai pendidik profesional yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia dengan  tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dengan kompetensi sebagai berikut.
Mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik pada bidang studi kuliner yang memesona, yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhhatian dan kemurahhatian;
Mampu merumuskan indikator capaian pembelajaran berpikir tingkat tinggi pada bidang studi kuliner yang harus dimiliki peserta didik mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif) yang berorientasi masa depan (adaptif dan fleksibel);  
Menguasai teori dan aplikasi materi bidang studi Kuliner yang mencakup: tata hidang, pengolahan dan penyajian makanan, produk cake dan kue Indonesia, produk pastry dan bakery, dan produk kreatif dan kewirausahaan termasuk advanced material secara bermakna yang dapat menjelaskan aspek “apa”(konten), “mengapa”(filosofi), dan “bagaimana”(penerapan dalam kehidupan sehari-hari);
Mampu merancang pembelajaran Kuliner dengan menerapkan prinsip memadukan pengetahuan materi ajar, pedagogik, serta teknologi informasi dan komunikasi atau TPACK dan pendekatan lain yang relevan;
Mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik pada bidang studi Kuliner dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun sikap (karakter Indonesia), pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah secara kritis, humanis, inovatif, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, dengan menggunakan model pembelajaran dan sumber belajar yang didukung hasil penelitian;
Mampu mengevaluasi masukan, proses, dan hasil pembelajaran Kuliner yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dengan menerapkan asesmen otentik, serta memanfaatkan hasil evaluasi untuk perbaikan kualitas pembelajaran; dan
Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru Kuliner yang profesional melalui penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi.

2. BEBAN BELAJAR
Beban belajar Program PPG Dalam Jabatan Kategori I tertuang dalam kurikulum Prodi PPG. Kurikulum tersebut dikembangkan dengan mengacu pada profil lulusan Program PPG Dalam Jabatan, yaitu menjadi “Guru profesional yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia yang menguasai materi ajar, berkarakter dan berkepribadian Indonesia, menginspirasi dan menjadi teladan, memiliki penampilan memesona, berwibawa, tegas, ikhlas, serta disiplin yang  mampu mendidik, membelajarkan, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terkini dan masa depan”. Kurikulum Program PPG Dalam Jabatan dirancang untuk memfasilitasi Mahasiswa Program PPG Dalam Jabatan mencapai SKL, yang dinyatakan dalam CPL pada bidang studi atau program keahlian masing-masing.  

2.1. Struktur Kurikulum Prodi PPG
Kurikulum program PPG Dalam Jabatan Kategori I terdiri atas tiga mata kuliah, yaitu:
Pendalaman Materi (Analisis materi pembelajaran berbasis masalah, literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi-High Order Thinking Skills) - 5 sks
Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif) – 3 sks
Praktik Pengalaman Lapangan (Praktik Pembelajaran Inovatif) – 4 sks

2.2. Deskripsi Mata Kuliah
Pendalaman Materi (Analisis materi pembelajaran berbasis masalah, literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi-High Order Thinking Skills). 
Pembelajaran Mata Kuliah ini dilaksanakan dalam bentuk analisis permasalahan pembelajaran yang ditemui dalam konteks kelas dan/atau sekolah dalam upaya pemecahan permasalahan tersebut. Permasalahan dapat meliputi  literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills). Kegiatan pembelajaran matakuliah ini terdiri atas tiga langkah:
(1) identifikasi masalah,
(2) eksplorasi penyebab masalah, dan
(3) penentuan penyebab masalah. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif) 
Mata kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif) memiliki beban belajar 3 (tiga) sks. Kegiatan pembelajaran matakuliah ini terdiri atas empat langkah:
(1) eksplorasi alternatif solusi,
(2) penentuan solusi,
(3) pembuatan rencana aksi, dan
(4) pembuatan rencana evaluasi.
Praktik Pengalaman Lapangan (Praktik Pembelajaran Inovatif) 
Mata kuliah PPL dilaksanakan dalam bentuk aktivitas praktik pembelajaran inovatif dengan beban belajar sebesar 4 (empat) sks. Kegiatan ini terdiri atas dua langkah:
(1) pelaksanaan rencana aksi dan rencana evaluasi, dan
(2) refleksi komprehensif dan rencana tindak lanjut.


3. PEMBELAJARAN
Berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi PPG Tahun 2021 dan sebelumnya, maka PPG saat ini, baik daring maupun luring mengalami perbaikan dalam hal materi, proses dan sistem penilaian. Alur pelaksanaan pembelajaran PPG Dalam Jabatan disajikan pada Gambar berikut :